*Jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau "Darurat Total", Koalisi GERAMM-Gempita DPD LAN Desak RDP di DPRD Sumsel*

PALEMBANG,Faktamuba.com 8 Februari 2026 – Kondisi Jalan Nasional Lintas Tengah (Jalinteng) ruas Sekayu – Sugi Waras – Lubuk Linggau yang rusak parah memicu reaksi keras dari gabungan aktivis dan mahasiswa. Koalisi Gempita Sumsel bersama GERAMM DPD LAN Muba resmi mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi atas status "darurat total" jalur logistik tersebut.

Desakan ini disampaikan melalui surat resmi yang dilayangkan kepada Ketua DPRD Sumsel, Gubernur Sumsel, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel pada Sabtu (7/2/2026). Koalisi menilai kerusakan jalan yang menyerupai kubangan lumpur telah melumpuhkan aktivitas ekonomi antarprovinsi dan mengancam keselamatan warga di Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman.

"Kondisi ini sudah masuk tahap krisis kemanusiaan dan ekonomi. Harga kebutuhan pokok melambung, sementara hasil bumi membusuk karena truk pengangkut patah as atau terjebak lumpur berhari-hari," tegas perwakilan koalisi, Lekat Gonzales.

Koalisi yang sebelumnya telah melakukan aksi pada 4 Februari lalu menekankan tiga tuntutan utama kepada pemerintah:

- Penanganan Darurat: Mendesak PT Yasa Perkasa segera melakukan penimbunan agregat masif di titik kritis demi kelancaran arus mudik Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

- Solusi Jangka Panjang: Meminta alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp2 triliun untuk peningkatan jalan menggunakan cor beton (rigid pavement).

- Infrastruktur Penunjang: Pembangunan jalan baru sepanjang 2 KM dan tembok penahan tanah (turap) 1 KM di pinggiran Sungai Musi untuk mencegah abrasi. 

Koalisi menegaskan akan kembali melakukan aksi massa jika DPRD Sumsel tidak segera memfasilitasi RDP. Mereka berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan atensi khusus pada jalur ini, mengingat statusnya sebagai urat nadi logistik vital di Pulau Sumatera yang kini dalam kondisi lumpuh.

(Tim)