MUBA – Faktamuba.com Di tengah gencarnya operasi penertiban dan razia kendaraan pengangkut minyak ilegal yang digelar di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, fakta di lapangan justru mempertontonkan ketimpangan yang sangat mencolok. Awak media menemukan bukti nyata bahwa aktivitas perdagangan dan pengangkutan minyak ilegal masih berjalan leluasa.
Temuan ini bermula saat, tim awak media gabungan LSM Musi Banyuasin melakukan investigasi di lapangan pada Jum'at, 12-Juni 2026,sekira pukul 08:43 WIB, Terpantau empat mobil beriringan yang kuat dugaan bermuatan minyak illegal rifenery di kawal langsung oleh.Lebih lanjut rekan LSM mencoba melakukan upaya menghentikan laju kendaraan tersebut.
Dan terlihat di belakang iringan mobil angkutan minyak illegal, terdapat sebuah mobil jenis Brio warna merah yang di kendaraan oknum anggota TNI inisial nama (Agus) yang di duga selaku pengawal ke empat armada bermuatan minyak illegal.
Saat di wawancarai oknum anggota TNI tersebut dengan lantang mengatakan bahwa ia yang mengawal ke empat mobil-mobil minyak illegal tujuan daerah Martapuro ucapnya.
Lantas publik menyoroti atas lemahnya pengawasan penegak hukum wilayah Polres Musi Banyuasin,mengapa aktivitas angkutan minyak ilegal yang diduga di kordinir oknum TNI bisa leluasa beroperasi tanpa tersentuh aparat kepolisian, perihal ini menimbulkan kejanggalan meskipun pihak kepolisian sering mengklaim telah melakukan penindakan.
Publik pun kini mempertanyakan integritas dan ketegasan aparat penegak hukum.Dalam memberantas aktivitas angkutan minyak illegal, namun fakta di lapangan justru membuktikan kegiatan yang jelas-jelas melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan, masi terus berlangsung hingga saat ini.
Merespons fakta yang terungkap ini, Wakil ketua Lembaga Aspirasi Nusantara LAN Musi Banyuasin,menuntut sikap tegas dari pimpinan tertinggi aparat kepolisian resor Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Musi Banyuasin untuk tidak menutup mata atau bersikap lunak.
Masyarakat menunggu langkah nyata dan pembuktian bahwa kepolisian benar-benar bertindak tegas terhadap mafia minyak illegal. Jika hal ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap hukum akan hilang sama sekali.
Guna keseimbangan pembritaan ini awak media mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada pihak oknum TNI yang diduga selaku pengawal angkutan minyak illegal tersebut, untuk memberikan tanggapan atas hak jawabnya. Namun hingga berita ini diterbitkan ia tidak memberikan tanggapan.
(Tim)
